Mungkin anda mengira bahwa maksud postingan ini kehamilan diluar nikah, tentu saja bukan itu maksud saya. Lalu apa itu kehamilan diluar kandungan ? Mari kita simak ulasan berikut ini, hanya sedikit memang kehamilan diluar kandungan, namun kita sebagai perempuan harus tahu mengapa hal itu bisa terjadi.

Definisi Kehamilan Diluar Kandungan

Kehamilan diluar kandungan (ectopic pregnancy) adalah kondisi dimana telur yang telah dibuahi menempati dan tumbuh pada lokasi selain lapisan dalam uterus (kandungan). Pada umumnya kehamilan diluar kandungan terjadi dalam tabung Fallopian (98%), sekalipun kondisi ini dapat saja terjadi di tempat lain, seperti ovary (indung telur), cervix (leher rahim), dan rongga perut. Kehamilan diluar kandungan terjadi pada kira-kira satu dalam 50 kehamilan.

Risiko utama dari kehamilan diluar kandungan adalah pecahan/robekan yang menjurus pada perdarahan dalam. Sebelum abad ke 19, angka kematian dari kehamilan diluar kandungan melebihi 50%. Di akhir abad ke 19, angka kematian turun ke lima persen karena intervensi melalui operasi. Dengan kemajuan saat ini dibidang pendeteksian dini, angka mortalitas akibat Ectopic Pregnancy telah dapat ditekan sampai kurang dari lima dalam 10,000. Angka kelangsungan hidup dari kehamilan diluar kandungan membaik meskipun kejadian dari kehamilan-kehamilan diluar kandungan juga meningkat. Sebab utama untuk hasil yang buruk adalah kegagalan untuk mencari bantuan medis yang dini. Kehamilan diluar kandungan tetap menjadi penyebab yang memimpin dari kematian yang berhubungan dengan kehamilan pada trimester pertama kehamilan.

Faktor-Faktor Risiko Untuk Kehamilan Diluar Kandungan

Ada banyak faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalami kehamilan diluar kandungan, namun adalah penting untuk mencatat bahwa kehamilan-kehamilan diluar kandungan juga dapat terjadi pada wanita-wanita tanpa faktor-faktor risiko berikut ini.

Faktor risiko yang paling besar untuk kehamilan diluar kandungan adalah sejarah sebelumnya dari kehamilan diluar kandungan. Angka kekambuhan adalah 15% setelah kehamilan diluar kandungan yang pertama, dan 30% setelah yang kedua.

Gangguan arsitektur dari tabung-tabung Fallopian dapat menjadi faktor risiko untuk kehamilan diluar kandungan. Operasi sebelumnya pada tabung-tabung Fallopian seperti tubal sterilization atau prosedur-prosedur rekonstruksi, dapat menjurus pada luka parut dan gangguan anatomi dari tabung-tabung dan meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan. Demikian juga, infeksi, kelainan-kelainan sejak lahir, atau tumor-tumor pada tabung-tabung Fallopian dapat meningkatkan risiko seorang wanita mempunyai kehamilan diluar kandungan.

Infeksi pada panggul (pelvis) adalah faktor risiko lainnya untuk kehamilan diluar kandungan. Infeksi-infeksi pelvis biasanya disebabkan oleh organisme-organisme yang ditularkan secara seksual, seperti chlamydia atau gonorrhea. Namun demikian bakteri-bakteri yang tidak ditularkan secara seksual juga dapat menyebabkan infeksi pelvis dan meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan. Infeksi menyebabkan kehamilan diluar kandungan dengan merusak atau menghalangi tabung-tabung Fallopian. Normalnya, lapisan dalam dari tabung-tabung dilapisi dengan bulu-bulu halus yang disebut cilia. Cilia berperan penting dalam menyalurkan sel telur dengan lembut dari ovary (indung telur) melalui tabung Fallopian dan kedalam uterus (kandungan). Jika cilia ini rusak oleh infeksi, pengangkutan telur menjadi terganggu. Telur yang telah dibuahi dapat terhenti di dalam tabung Fallopian tanpa mencapai uterus, menjadi kehamilan diluar kandungan. Demikian juga, luka parut (goresan) yang berhubungan dengan infeksi dan halangan lain pada tabung-tabung Fallopian dapat juga mencegah telur mencapai kandungan (uterus).

Seperti infeksi-infeksi pelvis, kondisi-kondisi seperti kista endometriosis, tumor/miyoma fibroid, atau jaringan parut pelvis (pelvic adhesions), dapat menyempitkan tabung-tabung Fallopian dan mengganggu pengangkutan telur, dengan demikian meningkatkan resiko kehamilan diluar kandungan.

Kira-kira 50% dari kehamilan pada wanita yang menggunakan intrauterine devices (IUD) akan dilokasikan diluar kandungan. Namun karena jumlah kehamilan pada wanita yang menggunakan IUD sangat rendah maka kondisi hamil diluar kandungan pada mereka juga sangat rendah.

Merokok sewaktu hamil juga dianggap meningkatkan resiko kehamilan diluar kandungan. Hasil pengamatan mengungkap bahwa resiko ini berhubungan erat dengan dosis, sehinggak kemungkinan kehamilan diluar kandungan terhadap wanita perokok sangat bergantung pada tiap individu.

Gejala-Gejala Dari Kehamilan Diluar Kandungan

Gejala-gejala klasik dari kehamilan diluar kandungan termasuk:
• nyeri perut,
• ketidakhadiran dari periode-periode menstruasi (amenorrhea), dan
• perdarahan

Seorang wanita mungkin tidak sadar bahwa ia hamil. Gejala-gejala karakteristik ini juga terjadi pada kehamilan-kehamilan diluar kandungan, baik yang sobek (yang disertai oleh perdarahan internal yang parah) dan kehamilan-kehamilan diluar kandungan yang tidak sobek. Sekalipun demikian, sementara gejala-gejala ini adalah khas untuk kehamilan diluar kandungan, bukan berarti mutlak. Faktanya, gejala-gejala ini juga terjadi dengan threatened abortion (keguguran) pada kehamilan-kehamilan yang normal.

Gejala-gejala dari kehamilan diluar kandungan secara khas terjadi enam sampai delapan minggu setelah periode menstruasi normal yang terakhir. Gejala-gejala normal dari kehamilan (mual, ketidaknyamanan payudara, dan seterusnya) mungkin juga hadir pada kehamilan diluar kandungan. Kelemahan, kepeningan, dan rasa pingsan ketika berdiri dapat juga mewakili perdarahan internal yang serius dari kehamilan diluar kandungan yang robek/pecah. Kondisi ini memerlukan perhatian medis yang segera.

Mendiagnosa Kehamilan Diluar Kandungan

Tindakan pertama dalam diagnosis adalah wawancara dan pemeriksaan oleh dokter. Adakalanya, dokter dapat mendeteksinya sewaktu pemeriksaan pelvis. Jika kehamilan diluar kandungan dicurigai terjadi, gabungan dari tes-tes hormon darah dan ultrasound pelvis biasanya dapat membantu memperkuat diagnosis. Transvaginal ultrasound adalah tes yang paling bermanfaat untuk melihat kehamilan diluar kandungan. Pada tes ini, ultrasound probe dimasukan kedalam vagina, dan gambar-gambar pelvis terlihat pada monitor.

Transvaginal ultrasound dapat mengungkap kantong kehamilan (gestational sac) pada kehamilan yang normal (intrauterine) atau kehamilan diluar kandungan, namun seringkali kurang meyakinkan. Selain melihat kantong kehamilan yang mengandung embrio, pemeriksaan mungkin hanya mengungkap massa pada area dari tabung-tabung Fallopian atau ditempat lain yang menggambarkan, namun bukan kepastian kondisi, kehamilan diluar kandungan. Ultrasound dapat juga menunjukan ketidakhadiran kehamilan didalam kandungan (uterus).

Tingkat-tingkat darah beta HCG (beta subunit of human chorionic gonadotrophin) juga digunakan dalam diagnosis kehamilan diluar kandungan. Tingkat-tingkat Beta HCG normalnya naik selama kehamilan. Pola yang abnormal dalam naiknya hormon ini dapat menjadi petunjuk pada kehadiran dari kehamilan diluar kandungan. Pada kasus-kasus tertentu yang sangat jarang terjadi, laparoscopy mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis dari kehamilan diluar kandungan. Sewaktu laparoscopy, alat-alat penglihat dimasukan melalui sayatan-sayatan kecil pada dinding perut untuk melihat struktur-struktur pada perut dan pelvis, untuk mengungkapkan tempat dari kehamilan diluar kandungan.

Risiko Kesehatan Dari Kehamilan Diluar Kandungan

Beberapa wanita dapat langsung mengatasi kondisi kehamilan diluar kandungan tanpa munculnya efek-efek penyakit, dan dapat berjalan tanpa perawatan. Bagaimanpun, kejadian sebenarnya dari resolusi (pemecahan persoalan) yang spontan dari kehamilan diluar kandungan seperti ini tidak diketahui. Adalah tidak mungkin untuk memprediksi wanita-wanita yang mana akan secara spontan memecahkan persoalan kehamilan-kehamilan diluar kandungan mereka.

Komplikasi yang paling ditakutkan dari kehamiulan diluar kandungan adalah perdarahan internal, yang menyebabkan nyeri pelvis dan perut, shock, dan bahkan kematian. Oleh karenanya, perdarahan pada kehamilan diluar kandungan mungkin memerlukan bantuan operasi. Perdarahan berakibat dari pecah/robeknya tabung Fallopian atau dari darah yang bocor dari ujung tabung ketika placenta yang tumbuh hanyut (terkikis) kedalam vena-vena dan arteri-arteri yang berlokasi didalam dinding tabung. Darah yang datang dari tabung dapat menjadi sangat mengiritasi pada jaringan-jaringan dan organ-organ lain pada pelvis dan perut, dan berakibat pada nyeri yang signifikan. Darah pelvis dapat menjurus pada pembentukan jaringan parut dan persoalan-persoalan dengan kehamilan berikutnya. Jaringan parut dapat juga meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan masa depan.

Opsi-Opsi Perawatan Yang Tersedia Untuk Kehamilan Diluar Kandungan

Opsi-opsi perawatan untuk kehamilan diluar kandungan termasuk pengamatan, laparoscopy, laparotomy, dan pengobatan. Pemilihan dari opsi-opsi ini berlaku individual. Beberapa kehamilan-kehamilan diluar kandungan akan menghilang dengan sendirinya tanpa perlu intervensi, sementara yang lain dapat memerlukan operasi darurat yang disebabkan oleh perdarahan yang fatal. Bagaimanapun, karena risiko pecah/robek dan potensi resiko yang buruk, kebanyakan wanita dengan kehamilan diluar kandungan, yang terdiagnosa, dirawat dengan pengobatan atau operasi. Untuk mereka yang memerlukan intervensi, perawatan yang paling umum adalah operasi.

Dua opsi-opsi operasi tersedia; laparotomy dan laparoscopy. Laparotomy adalah prosedur terbuka dimana sayatan melintang dibuat pada perut bagian bawah. Laparoscopy berlangsung dengan memasukkan alat penglihat kedalam pelvis melalui sayatan-sayatan yang kecil pada kulit. Untuk banyak ahli bedah, juga pasien, laparoscopy lebih dipilih daripada laparotomy, karena sayatan-sayatan kecil yang digunakan akan lebih cepat sembuh. Dalam kondisi yang optimal, sayatan kecil dapat dibuat pada tabung Fallopian dan kehamilan diluar kandungan tersebut dikeluarkan/dibuang, membuat tabung Fallopian tetap utuh.

Namun demikian, kondisi-kondisi tertentu membuat laparoscopy kurang efektif atau tidak menjadi alternatif yang tersedia. Ini termasuk pada kondisi jaringan parut pelvis yang besar dan perdarahan yang berlebihan pada perut atau pelvis. Pada beberapa kondisi, lokasi atau luasnya kerusakan mungkin memerlukan pengangkatan/pembuangan sebagian dari tabung Fallopian, seluruh tabung, ovary (indung telur), dan bahkan uterus (kandungan).

Terapi medis juga dapat digunakan untuk merawat kelompok-kelompok tertentu dari wanita-wanita yang mengalami kehamilan diluar kandungan. Metode perawatan ini melibatkan penggunaan obat anti-kanker yang disebut methotrexate. Obat ini bekerja membunuh sel-sel pertumbuhan dari placenta, dengan demikian menginduksi keguguran dari kehamilan diluar kandungan. Beberapa pasien-pasien mungkin tidak merespon pada methotrexate akan memerlukan operasi.

Methotrexate sedang populer karena angka suksesnya yang tinggi dan rendah efek samping. Ada faktor-faktor tertentu, termasuk ukuran dari massa yang berhubungan dengan kehamilan diluar kandungan dan konsentrasi darah beta HCG yang membantu dokter untuk menyarankan langkah perawatan, apakah medis atau operasi.

Meskipun faktanya ada sedikit kasus yang terjadi pada wanita-wanita yang melahirkan bayi-bayi yang tumbuh diluar kandungan dengan operasi caesar, kondisi ini sangat jarang terjadi. Kemungkin menjalani kehamilan diluar kandungan dengan rentang waktu hamil normal sangatlah kecil, dan risiko pada ibu menjadi sangat besar, sehingga pilihan ini tidak dapat pernah direkomendasikan. Akan menjadi sangat ideal jika kehamilan diluar kandungan, pada tabung Fallopian, dapat diselamatkan dengan operasi untuk merelokasikan janin kedalam kandungan.

Berhati-hati lah bagi anda kaum hawa, sayangi diri anda dengan selalu menjaga tubuh anda setiap saat. Kini penyakit kanker serviks semakin meningkatkan, untuk mencegah dan mengobatinya kin itelah hadir xamthone plus sebagai obat kanker serviks.

Artikel Terkait Tentang Pengobatan :

Leave a reply

required

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>